Selasa, 11 Agustus 2009

malam puncak

Kediri- 9 Agustus 2009, Dag Dig Dug, degup jantung para peserta School Contest semakin kencang pada saat malam penghargaan digelar. Malam ini merupakan malam penentuan dari usaha mereka. Tampak sekali malam ini merupakan penting hingga Bapak Abdullah Abubakar hadir.

Pembawa acara mulai menyebutkan runer up ke dua dari Esia school poster dan ternyata pemenangnya jatuh pada wakil dari MTsN Kediri 2, Akbar. Runer up pertama diraih oleh SMPN 5 Kediri, Firda. Dan juara utama berhasil disandang oleh SMPN 1
Prambon, Rika yuliana.


Lalu, mulailah pengumuman lain dibacakan, berikut nominasi lain:
1. Ensembel :
2.2 SMAK Petra
2.1 SMP 3 Kediri
1.1 SMAN 1 Kediri

2. Poster Sekolah :
2.2 MA Islam
2.1 SMAN 8 Kediri
1.1 SMAN 2 Pare

3. Nasyid
2.2 SMAN 2 Nganjuk
2.1 SMAN 2 Kediri
1.1 MAN 3 Kediri

4. Esia fun education Quist
2.2 SMPN 1 Prambon
2.1 MTsN 2 Kediri
1.1 MTsN 2 Kediri

5. Esia fun Quist
2.2 SMAN 2 Pare
2.1 SMAN 1 Kediri
1.1 SMAN 2 Tulungagung

6. ILP news reader contest
SMPN 1 grogol
SMPN tanjung anom
SMPN 1 Grogol

7. School Band:
1 SMAN 2 Pare
2 SMPN 8 Kediri
3 SMPN 2 Pare
H1 SMAN 1 Kediri
H2 SMAN 2 Kediri

8. DutLing:
1. SMAN 2 Kediri
2. SMAK Petra Kediri
3. SMAN 2 Pare

9. ILP news reader contest :
1. SMK PGRI
2. SMAN 2 Nganjuk
3. SMAN 2 Kediri

Selain itu juga ada penghargaan best vocal yang diraih oleh Lina Aulia. Best Drumer yang diraih M. Eric. Best Gitarist diraih oleh M. Habibi. Best bassist diraih oleh Dedi. Dan best keyboard oleh Desi.

Read More..

MAN 3 Kediri rebut juara 1 Nasyid

Hari terakhir Kediri School Contest 3, Insumo Kediri Convention Center dipadati oleh pengunjung,bahkan banyak pengunjung yang harus berdiri.Hari ini akan diadakan penganugerahan pemenang dari sembilan lomba yang diadakan oleh Radar Kediri.

Salah satu penganugerahan pemenang diberikan kepada Ritwal Astri Voice, MAN 3 Kota Kediri, yang menjadi pemenang dalam Nasyid contest. Tampil dengan enam personil, Astri Voice mampu mengungguli peserta-peserta dari sekolah lain.


Tampil membawakan dua lagu wajib, Let’s Get The Beat dan Assalamualaikum serta lagu bebas Rumus Canggih dengan arransemen ulang Ritwal Astri Voice mampu mempesona juri yang hadir.

Nasyid yang beranggotakan Ana(XII S3), Roziq(XII A3), Putri(XII S2), Wilda(XI A4), Nila(XI S1), dan Ima(XI A4) ini tidak menyangka bakal menjuarai kompetisi ini. Mereka mengaku hanya mempersiapkan semuanya dalam waktu empat hari. Selain itu kesibukaan personil juga membuat waktu latihan berkurang, tetapi karena tuntutan tanggungjawab membuat Nasyid ini tampil memukau dan mampu menjuarai Nasyid Contest ini.

Read More..

Perang Mading

Mading school contest kali ini cukup membuat juri heran tampaknya. Kerena, mading-mading dalam acara ini semuanya bagus. Salah satunya adalah SMAN 2 Pare. Mading ini mengambil tema technologi. Artikel-artikelnya banyak mengambil materi tentang hal-hal yang saat ini sedang naik daun seperti Facebook, friendster dan lain-lain. Dan yang lebih menarik adalah adanya permainan yang cukup memutar otak.



Bicara tentang menarik ada juga yang menarik yaitu mading dari SMAN 1 Kediri. Sekolah yang dikenal sebagai Full day School ini mengambil tema OLDE EUROPH. Bentuknya seperti tunggangan gladiator dengan berbagai bangunan romawi yang menghiasinya. Dalam Madingnya pun juga diberi video tentang collosium. Serta crew madingnya menggunakan costum seperti dewa-dewa yunani.Dan menurut Sonny(salah satu crew mading), mading itu hanya dibuat selama tiga minggu dengan pemikiran sekitar satu setengah bulan.


Selain mading dengan daya tarik model sekarang, ada mading yang membuat tema warisan Indonesia. Mading itu dibuat anak-anak SMKN 2 Kediri. Pada mading ini juga terdapat video tentang warisan itu sendiri. Alasnya pun terbuat dari kerajinan bambu. Selain itu yang menarik adalah adanya keris dan juga wayang. Ini membuat mading ini meraih mading favorit.
Read More..

Minggu, 09 Agustus 2009

Gramedia Unjuk Gigi



Memasukui hari kelima, IKCC semakin ramai didatangi pengunjung baik dari masyarakat maupun pelajar. Di sini, pengunjung dapat melihat mading 3D dan pameran buku. Ada 20 stan yang menawarkan buku menarik. Namun, sebagian besar pengunjung dari kaum pelajar ke IKCC untuk melihat sekolah masing-masing dalam acara komu school contest 3. Namun, saat break banyak yang memilih untuk melihat-lihat buku daripada pulang.


Di antara stan-stan ini terdapat berbagai buku, seperti agama, novel, pengetahuan, komic dan masih banyak lagi. Selain itu, stan-stan juga menawarkan diskondan obral. Salah satunya adalah Gramedia. Bagian marketing pemasaran gramedia, Habib mengaku kualitas yang ditawarkan sangat bagus,npengunjung silih berganti untuk melihat dan berkunjung ke stan gramedia yang berjumlah 4 stan di IKCC. Di hari pertama, Habib sempat pesimis, karena pengunjung sangat sedikit. Tapi, memasuki hari ketiga pengunjung mulai berdatangan ke stan ini. “Di sini kami menjamin kualitas buku yang ditawarkan sangat baik, meskipun harga sedikit mahal,”ujar Habib. Seorang pengunjung yang karyanya pernah diterbitkan gramedia sebanyak 6 kali pun mengakui kebagusan buku terbitan gramedia.

Read More..

Daur Ulang dari Duta Lingkungan



Hari sabtu sore, Nampak gedung IKCC dipenuhi oleh pengunjung. Tidak seperti biasanya, pengunjung hari itu bertambah beberapa kali lipat dari hari biasanya. Ternyata agenda hari itu adalah final Duta Lingkungan 2009. Ada sekitar sepuluh finalis yang akan tampil pada acara final duta lingkungan ini. Kesepuluh finalis itu adalah Kezia Eliata Trisnawati dari SMAK Petra Kediri, Fiska Rahmawati dari SMAN 2 Kediri, Nanda Rizqia Pradana dari SMAN 2 Pare, Nurresky Lestari dari SMAN 5 Kediri, Idham Sayekti dari SMKN 1 Blitar, Nida Afrik Kumala Sari dari SMKN 2 Kediri, Nurul Habibah dari MAN 3 Kediri, Fifit Puspitasari dari SMKN 1 Boyolangu, Wenny Septiana dari SMAK St.Th.Aquino Tulungagung, dan Marlinda Febrianingsih dari SMAN 8 Kediri. Tetapi dari ke sepuluh finalis tersebut, ada satu finalis yang harus di diskualifikasi karena tidak hadir 30 menit sebelum acara dimulai.

Semua finalis mengenakan baju Esia yang berwarna hijau. Final Duta Lingkungan ini terdiri dari beberapa sesi. Pada sesi kedua, para finalis membawakan kreasinya masing-masing. Ada yang membawakan puisi, tari, drama, menyanyi, dan juga dance. Salah satu finalis yang tampil paling beda adalah Nurul habibah. Duta lingkungan dari MAN 3 Kediri ini membawakan sebuah tarian yang bernama tari cantik ayu yang bisa membuat para pengunjung terhibur. Kemudian penampilan yang agak beda dari yang lainnya adalah penampilan Wenny Septiana. Duta lingkungan dari SMAK St.Th.Aquino ini membawakan sebuah dance yang sangat heboh.


Lanjut ke sesi berikutnya. Pada sesi ini, para finalis mengenakan benda-benda dari bahan-bahan daur ulang. Seperti kain perca, tas kresek, kertas, Koran, dan lain sebagainya. Contohnya saja, Wenny Septiana, duta lingkungan dari SMAK St.Th.Aquino ini memakai berbagai aksesoris. Dia memakai topi yang berasala dari bungkus sabun, biji cemara, batang-batang kering, dan tutup botol. Dia juga memakai Rok yang terbuat dari spanduk Esia dan juga memakai gelang dan anting yang terbuat dari sedotan. Ketika ditanya tentang idenya itu, dia menjawab bahwa dia mendapatkan ide tersebut dari dirinya sendiri. Pada waktu SMP dulu, dia sudah pernah belajar tentang tata busana.

Finalis lain yang juga mengenakan kostum dari bahan daur ulang adalah Fiska Rahmawati. Duta lingkungan dari SMAN 2 Kediri ini, mengenakan rok yang terbuat dari tas kresek dan juga pakaian yang terbuat dari tas kresek.ketika ditanyai oleh dewan juri mengapa dia lebih memilih kresek karena kresek tidak mempunyai nilai jual dan disekitar rumahnya juga dijumpai banyak kresek. Selain itu ada juga finalis yang memakai bando yang terbuat dari sedotan.
Yang tak kalah menariknya, salah satu finalis juga ada yang mengenakan rok panjang yang terbuat dari mantel bekas. Kemudian mantel tersebut ditempeli plastic buah melon dan juga VCD bekas yang sudah tidak digunakan. Semua finalis duta lingkungan ini mengenakan benda-benda dari bahan-bahan daur ulang yang dikreasikan sendiri-sendiri.
Setelah para finalis menjelaskan benda-benda yang dipakainya kepada dewan juri, mereka harus mennjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri. Pertanyaannya seputar benda-benda yang mereka pakai, bahan-bahannya, idenya, dan juga pertanyaan seputar program-program lingkungan yang telah mereka lakukan di sekolahnya masing-masing.

Disela-sela penampilan para finalis duta lingkungan, ada salah satu duta lingkungan yang turun dari panggung karena sakit. Dia adalah Marlinda Febrianingsih. Duta lingkungan dari SMAN 8 Kediri ini mengaku bahwa dirinya agak sakit dan kecapekan. Dan disela-sela penyampaian penjelasannya, dia tidak sengaja mengeluarkan air mata. Meskipun dalam keadaan sakit, dia tetap semangat dan bisa mengeluarkan air mata karena dia sangat menghargai ibunya. Karena ibunya lah yang selama ini mendukungnya dan selalu membantunya.

Setelah semua finalis duta lingkungan tampil, tiba giliran dewan juri untuk mengumumkan siapa yang berhasil menjadi juara 1, runner up 1, dan runner up 2. Dan ternyata yang menjadi juara pertama adalah Fiska Rahmawati dari SMAN 2 Kediri. Sedangkan Kezia Eliata Trisnawati dari SMAK Petra Kediri berhasil menyabet runner up 1 dan Nanda Rizqia Pradana dari SMAN 2 Pare berhasil menyabet runner up 2. Setelah Pengumuman tersebut, ketiga pemenang menyempatkan diri untuk berjalan di atas karpet merah.

Read More..